Merupakan suatu kebanggaan tersendiri, apabila kita telah bisa sedemikian rupa mengelola blog kita sendiri, apalagi dengan hosting sendiri pula. Ditambah lagi dengan design blog kita yang bisa kita buat sendiri dengan kemampuan kita dan style yang menurut kita paling baik. Nggak ada yang sama di seluruh dunia, keren banget deh. Akan tetapi dalam mendesign themes kadang kala kita banyak menemui masalah. Hal ini mungkin karena kita kurang paham saja dengan theory dasar dalam membuat themes wordpress tersebut. Karena sebenarnya, untuk membuat design sendiri kita tidak perlu tahu banyak bahasa pemrograman web dengan mendalam. Karena tag-tag yang digunakan dalam scripting terutama phpnya adalah sudah baku dalam wordpress.
Hal yang wajib kita ketahui agak dalam mungkin justru CSS, karena design itu berkaitan dengan perwajahan. Dan bahasa yang digunakan engine wordpress dalam mengatur perwajahan suatu blog adalah dengan sebuah atau beberapa file CSS yang biasanya berada dalam folder tempat suatu themes yang dipakai. Menurut saya porsi php dalam design sebuah themes adalah di bawah CSS sedikit, karena tag-tag php juga digunakan dalam mengatur apa saja content dari sebuah bagian blog (sidebar, header, atau juga mainbar). Akan tetapi wordpress telah mempermudahkannya, karena engine wordpress telah membuat berbagai tag khusus dalam menampilkan berbagai posting.
Sebagai awal mungkin anda harus tahu, bagaimana cara kerja engine wordpress dalam ‘merender’ blog anda. Ketika sebuah blog dibuka dengan halaman mukanya, maka file dalam folder theme yang dipakai adalah index.php. Tapi ketika menampilkan halaman lain, About misalnya, maka file yang dipakai adalah file lain lagi. Begitu juga antara caranya menampilkan sebuah posting yang belum berkomentar dengan yang sudah, akan terdapat berbagai file lain yang berperan dalam ‘merender’ blog anda. Karena ibaratnya, design blog wordpress adalah potongan-potongan bagian, diamana untuk menampilkan footer maka file index.php ankan meng-include footer.php di akhir scriptnya. Yang lebih unik adalah saat menampilkan mainbar yang berisi posting dan jua sidebar yang berisi serbaneka asesoris blog kita. Biasa dikenal dengan The Loop ( perulangan ) karena memang bagian ini menggunakan metode perulangan, semacam if, then, while dan else sebagaimana dalam bahasa premrograman lainnya. Anda bisa menemukannya di sini dan di sini.
Dalam mendesign sebuah themes, hal yang perlu kita perhatikan -menurut saya adalah masalah buka dan tutup tag, terutama dalam hal yang berkaitan dengan CSSnya. Karena file index, yang menginclude atau juga menggunakan metode get dalam memanggil file lainnya, maka sangat mungkin terjadi sebua tag itu dipakau di footer.php dan akan berakhir di footer.php.Antara keduanya, kita akan anyak menggunakan berbagai tga-tag yang lainnya, membuka dan menutup adalah salah satu hal yang bukan kompromi lagi.
Namun, berdaarkan pengalamana saya, sediit cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan membuat sebuah file html biasa yang berdasar pada stylesheet kita. File ini bisa kita buat setelah kita membuat sedikit dari css kita atau mungkin juga banyak. Bermodal CSS yang baru sedikit itu, kita buat sebuah file pengaplikasian tersebut, tujuannya selain untuk melihat di awal tenang hasil design kita nantinya. Juga bisa berfungsi sebagai petunjuk dalam membuka dan menutup tag.