My BenQ Shots

By kamt! | August 11, 2008

Sebenarnya saya sudah lama sekali ingin memposting photo-photo saya yang saya ambil melalui lensa kecil ponsel BenQ C30 saya. Dan berikut adalah hasilnya :

Pagi Berkabut, yang dingin banget :D

Kalau yang ini sunset, keren juga ya

Orange flowers, so nice :D

Kalau dilihat-lihat sebenarnya juga bagus ya hasil jepretan kamera hpku itu, meski nggak bagus-bagus amat seh buat dicetak trus dipasang didinding :D

Share/Save/Bookmark

Rubah lagi XP Kamu ke Vista

By kamt! | August 10, 2008

Kalau dulu, sebelum windows XP yang kita diupgrade ke SP3 untuk mengubah tampilan windows kita agar bisa terlihat seperti Windows Vista dengan menggunakan file theme [.theme] atau style [.msstyle] yang kita perlukan hanyalah melakukan Pacth ke file uxtheme.dll. Tapi, setelah Microsoft merilis SP3 sebagai upgrade dari servica pack yang sebelumnya, cara tersebut sudah tidak bisa lagi kita gunakan. Karena Uxtheme patcher yang kita gunakan saat itu tidak kompitabel lagi dengan service pack tersebut.

Akan tetapi, jika kita menggunakan program-program yang memang ditujukan untuk melakaukan improvement pada penampilan GUI windows kita, maka hal itu masih bisa kita siasati. Beberapa program seperti TuneUp Utilities dan StyleXP ataupun Windows Blinds saat itu masih bisa kita gunakan untuk melakukan perubahan style windows kita tersebut. Tapi sayangnya program-program itu bukanlah barang gratisan. Kita paling-paling hanya diberi waktu sebulan atau dua bulan untuk menggunakannya. Sehingga kitapun tak selamanya bisa tetap menggunakan windows XP tampilannya Vista.

Tapi jangan khawatir, karena ternyata para hacker (bukan cracker) tak tinggal diam dengan semua ini. Dan kini kita bisa mengunakan lagi themes dan style selain default bawaan windows lagi setelah mengandakan patch terhadap uxtheme.dll tersebut. Saat ini telah ada SP3 UxTheme Patcher yang sudah sampai versi 1.2 *hehehe telat nih posting :D * yang sudah siap untuk merubah windows anda yang dulu cuman biru menjadi lebih intraktif.

Share/Save/Bookmark

Tips Design Themes Wordpress

By kamt! | August 6, 2008

Merupakan suatu kebanggaan tersendiri, apabila kita telah bisa sedemikian rupa mengelola blog kita sendiri, apalagi dengan hosting sendiri pula. Ditambah lagi dengan design blog kita yang bisa kita buat sendiri dengan kemampuan kita dan style yang menurut kita paling baik. Nggak ada yang sama di seluruh dunia, keren banget deh. Akan tetapi dalam mendesign themes kadang kala kita banyak menemui masalah. Hal ini mungkin karena kita kurang paham saja dengan theory dasar dalam membuat themes wordpress tersebut. Karena sebenarnya, untuk membuat design sendiri kita tidak perlu tahu banyak bahasa pemrograman web dengan mendalam. Karena tag-tag yang digunakan dalam scripting terutama phpnya adalah sudah baku dalam wordpress.

Hal yang wajib kita ketahui agak dalam mungkin justru CSS, karena design itu berkaitan dengan perwajahan. Dan bahasa yang digunakan engine wordpress dalam mengatur perwajahan suatu blog adalah dengan sebuah atau beberapa file CSS yang biasanya berada dalam folder tempat suatu themes yang dipakai. Menurut saya porsi php dalam design sebuah themes adalah di bawah CSS sedikit, karena tag-tag php juga digunakan dalam mengatur apa saja content dari sebuah bagian blog (sidebar, header, atau juga mainbar). Akan tetapi wordpress telah mempermudahkannya, karena engine wordpress telah membuat berbagai tag khusus dalam menampilkan berbagai posting.

Sebagai awal mungkin anda harus tahu, bagaimana cara kerja engine wordpress dalam ‘merender’ blog anda. Ketika sebuah blog dibuka dengan halaman mukanya, maka file dalam folder theme yang dipakai adalah index.php. Tapi ketika menampilkan halaman lain, About misalnya, maka file yang dipakai adalah file lain lagi. Begitu juga antara caranya menampilkan sebuah posting yang belum berkomentar dengan yang sudah, akan terdapat berbagai file lain yang berperan dalam ‘merender’ blog anda. Karena ibaratnya, design blog wordpress adalah potongan-potongan bagian, diamana untuk menampilkan footer maka file index.php ankan meng-include footer.php di akhir scriptnya. Yang lebih unik adalah saat menampilkan mainbar yang berisi posting dan jua sidebar yang berisi serbaneka asesoris blog kita. Biasa dikenal dengan The Loop ( perulangan ) karena memang bagian ini menggunakan metode perulangan, semacam if, then, while dan else sebagaimana dalam bahasa premrograman lainnya. Anda bisa menemukannya di sini dan di sini.

Dalam mendesign sebuah themes, hal yang perlu kita perhatikan -menurut saya adalah masalah buka dan tutup tag, terutama dalam hal yang berkaitan dengan CSSnya. Karena file index, yang menginclude atau juga menggunakan metode get dalam memanggil file lainnya, maka sangat mungkin terjadi sebua tag itu dipakau di footer.php dan akan berakhir di footer.php.Antara keduanya, kita akan anyak menggunakan berbagai tga-tag yang lainnya, membuka dan menutup adalah salah satu hal yang bukan kompromi lagi.

Namun, berdaarkan pengalamana saya, sediit cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan membuat sebuah file html biasa yang berdasar pada stylesheet kita. File ini bisa kita buat setelah kita membuat sedikit dari css kita atau mungkin juga banyak. Bermodal CSS yang baru sedikit itu, kita buat sebuah file pengaplikasian tersebut, tujuannya selain untuk melihat di awal tenang hasil design kita nantinya. Juga bisa berfungsi sebagai petunjuk dalam membuka dan menutup tag.

Share/Save/Bookmark

WordPress Themes